Sitrun Vs Kaporit, Mana Lebih Baik untuk Tandon?

Daftar Isi

Sitrun Vs Kaporit, Mana Lebih Baik untuk Tandon?

Sitrun Vs Kaporit Tandon – Memilih sitrun vs kaporit tandon perlu menyesuaikannya dengan tujuan pembersihan.

Sebab, sitrun dan kaporit memiliki fungsi yang berbeda. Sitrun lebih terkenal untuk membantu meluruhkan kerak mineral dan noda.

Sementara itu, kaporit lebih terkenal sebagai bahan berbasis klorin untuk proses disinfeksi. Karena itu, keduanya tidak bisa menganggapnya sebagai bahan pembersih yang sama.

Penggunaan pada tandon stainless membutuhkan perhatian khusus agar material tetap terjaga. Melalui artikel kali ini akan menjelaskan lebih dalam tentang perbandingan keduanya. Jadi, untuk lebih jelasnya simak saja artikel berikut sampai tuntas.

Lebih Baik Mana, Sitrun Vs Kaporit untuk Tandon?

Lebih Baik Mana, Sitrun Vs Kaporit untuk Tandon?
Lebih Baik Mana, Sitrun Vs Kaporit untuk Tandon?

Ketika tandon air mulai kotor, keruh, atau berlumut, memilih bahan pembersih yang tepat menjadi langkah penting agar kualitas air tetap terjaga dan material tempat penampungannya tidak rusak.

Dua bahan yang paling sering jadi perbandingan adalah asam sitrat (sitrun) dan kaporit (calcium hypochlorite). Lantas, manakah yang lebih baik antara kedua materialnya untuk tandon stainless?

1. Perbedaan Fungsi Utama

Sitrun merupakan asam sitrat yang bersifat asam lemah. Karena itu, bahan tersebut bisa membantu melarutkan kerak mineral. Sementara itu, kaporit penggunaannya terutama untuk menghasilkan efek disinfeksi berbasis klorin.

2. Kemampuan Mengatasi Kerak

Sitrun lebih sesuai untuk menghadapi kerak mineral. Sebab, asam sitrat bisa membantu melarutkan endapan mineral tertentu.

Sebaliknya, kaporit bukan pilihan utama untuk melarutkan kerak. Karena itulah, penggunaan kaporit tidak menggantikan proses penghilangan endapan mineral.

3. Kemampuan untuk Disinfeksi

Kaporit memiliki fungsi yang lebih sesuai untuk disinfeksi. Bahan berbasis klorin penggunaannya dalam berbagai proses pengolahan air. Sementara itu, sitrun tidak seharusnya anggapannya sebagai pengganti disinfektan.

4. Penggunaan Pada Stainless Steel

Asam sitrat bisa menggunakannya pada stainless steel dengan kondisi yang sesuai. Material stainless 304 dan 316 bisa menggunakan asam sitrat, meski dalam jumlah dosis tertentu.

Penggunaan klorin pada stainless perlu lebih memperhatikannya. Sebab, klorin yang terlarut dalam air bisa menjadi risiko korosi.

5. Efektivitas Terhadap Noda Mineral

Sitrun bisa membantu mengatasi noda akibat mineral. Karena itulah, bahan ini sering menggunakannya ketika dinding tandon memiliki kerak.

Sementara itu, kaporit lebih tepat memahaminya sebagai bahan untuk pengendalian mikroorganisme.

6. Risiko Jika Penggunaannya Berlebihan

Konsentrasi bahan pembersih perlu mengendalikannya. Oleh karena itu, larutan yang terlalu kuat sebaiknya tidak menggunakannya sembarangan.

Pada sitrun, larutan tetap harus membilasnya sampai bersih. Jadi, sisa asam tidak tertinggal pada permukaan tandon. Sementara itu, bahan klorin harus menggunakannya sesuai petunjuk dan kebutuhan.

7. Cara Membilas Setelah Penggunaan

Tandon harus membilasnya menyeluruh setelah proses pembersihan. Jadi sisa bahan pembersih bisa mengeluarkannya sampai total.

Untuk sitrun, pembilasan membantu menghilangkan sisa asam. Karena itulah, permukaan tandon bisa memastikannya kembali bersih.

8. Risiko Mencampurkan Keduanya

Sitrun dan kaporit tidak boleh mencampurkannya. Sebab, asam bisa bereaksi dengan hipoklorit dan menghasilkan gas klorin. Pencampuran keduanya bisa membahayakan saluran pernapasan.

Selain itu, bahan pembersih harus menggunakannya secara terpisah. Karena itulah, tandon harus membilasnya menyeluruh sebelum menggunakan bahan berbeda.

Kapan Harus Membersihkan Tandon Stainless?

Kapan Harus Membersihkan Tandon Stainless?
Kapan Harus Membersihkan Tandon Stainless?

Banyak pemilik menganggap tandon air stainless steel benar-benar bebas dari perawatan karena sifat bahannya yang licin dan tahan lumut.

Padahal, meski lumut sulit tumbuh, endapan lumpur, kapur, dan kotoran halus dari saluran air tetap bisa menumpuk. Jadi, kapan harus membersihkan tandon stainless?

1. Saat Terdapat Kerak Putih

Kerak putih pada dinding menjadi tanda adanya endapan mineral. Karena itulah, pembersihan sebaiknya tidak terus menundanya. Selain itu, kerak yang membiarkannya bisa menjadi semakin sulit hilang.

2. Saat Muncul Noda Kekuningan

Noda kekuningan bisa berasal dari kandungan mineral tertentu. Karena itulah, sumber air perlu memperhatikannya ketika noda terus muncul.

3. Saat Terdapat Pasir di Dasar Tandon

Kemudian, pasir yang mengendap menunjukkan adanya partikel dari sumber air. Karena itu, dasar tandon perlu memeriksanya secara berkala.

4. Saat Air Terlihat Keruh

Berikutnya, air keruh perlu menjadi perhatian. Oleh karena itu, sumber kekeruhan sebaiknya mengetahuinya sebelum tandon menggunakannya kembali.

5. Saat Muncul Bau Tidak Biasa

Selanjutnya, bau tidak biasa bisa menunjukkan adanya masalah pada air atau tandon. Oleh karena itu, kondisi bagian dalam perlu memeriksanya.

6. Setelah Tandon Lama Tidak Menggunakannya

Tandon yang lama tidak menggunakannya perlu memeriksanya sebelum mengisi kembali. Oleh karena itu, endapan atau kotoran bisa membersihkannya terlebih dahulu.

7. Setelah Menemukan Endapan Tebal

Endapan tebal menunjukkan bahwa pembersihan sebelumnya belum optimal. Oleh karena itu, pembersihan menyeluruh perlu melakukannya.

8. Saat Kualitas Sumber Air Berubah

Perubahan sumber air bisa meningkatkan jumlah endapan. Oleh karena itu, kondisi tandon perlu lebih sering memantaunya. Pemakaian filter tambahan bisa jadi pertimbangan sesuai hasil pemeriksaan.

9. Setelah Pekerjaan Perbaikan Tandon

Tandon yang baru memperbaikinya perlu membersihkannya sebelum menggunakannya. Karena itulah, sisa material dari proses perbaikan bisa keluar.

Review Tandon Stainless Vertikal Coating Grand

Review Tandon Stainless Vertikal Coating Grand
Review Tandon Stainless Vertikal Coating Grand

Untuk pilihan tempat penampungan terbaik dan berkualitas, maka pilihannya gunakan saja tandon stainless vertikal coating merek Grand. 

Tempat penampungan yang satu ini menggunakan bahan baku stainless steel dengan tipe 304, dengan lapisan coating.

Hal inilah yang menjadikannya mampu menyimpan air laut, air sumur, maupun cairan dengan pH tinggi di atas 7,0.

Tandon yang satu ini bahan bakunya impor langsung dari Jepang. Sehingga sudah ada perlindungan bagus terhadap karat dan anti lumut.

Tandon stainless vertikal coating merek Grand tersedia dalam berbagai pilihan ukuran tersendiri. Jadi, siapa saja bisa bebas memilih ukuran yang sesuai dengan kebutuhan masing-masing.

Selain itu, tandon stainless vertikal coating merek Grand juga tahan terhadap segala perubahan cuaca ekstrem dan suhu tinggi.

Baca juga: Cara Pasang Pompa Air Otomatis untuk Tandon

Sekarang ini tandon stainless vertikal coating merk Grand bisa langsung kirim ke IKN, melalui cabang yang ada di kota Balikpapan.

Untuk informasi mengenai spesifikasi dan pembelian dari tempat penampungan stainless vertikal coating merek Grand, bisa langsung tanya-tanya melalui Whatsapp yang tertera berikut ini.

button

Penutup

Nah, jadi itulah tadi ulasan tentang sitrun vs kaporit pada tandon. Untuk pilihan tandonnya, sebaiknya bisa pakai tandon stainless vertikal merek Grand yang sudah terbukti kualitasnya.

Scroll to Top