Kenapa Air Tandon Keruh – Membuka keran air pada pagi hari dan mendapati kucuran air berwarna kekuningan, cokelat, atau bahkan berbuih keruh dari penampungan stainless merupakan mimpi buruk tersendiri.
Padahal keputusan menginvestasikan anggaran pada tandon stainless steel biasanya berdasarkan harapan akan wadah air yang paling higienis, bebas lumut, dan menghasilkan air yang selalu jernih.
Rasa kecewa dan kebingungan kerap muncul ketika ekspektasi material premium tersebut justru bertolak belakang dengan kenyataan air yang tercemar.
Mengurai fenomena misterius kenapa air tandon keruh pada material stainless adalah langkah krusial.
Tepat pada artikel kali ini akan menjelaskan tentang mengapa air dari tandon stainless jadi keruh. Jadi, untuk lebih jelasnya simak saja artikel berikut ini.
Mengapa Air pada Tandon Stainless Keruh?

Air bersih yang jernih dan bebas dari kontaminasi merupakan kebutuhan pokok setiap area untuk menunjang kesehatan dan kenyamanan beraktivitas sehari-hari.
Tandon berbahan stainless steel selama ini terkenal sebagai salah satu jenis penampung air paling higienis, estetis, dan tahan lama. Namun, mengapa air pada tandon stainless bisa keruh?
1. Tingginya Kandungan Sedimen dan Lumpur dari Air
Penyebab paling umum dari air tandon yang keruh adalah kualitas airnya yang masuk dari sumber utama, baik itu air tanah (sumur bor) maupun jaringan air perpipaan.
Air yang tertampung kerap membawa partikel halus berupa lumpur, pasir, atau tanah liat berukuran kecil.
2. Proses Oksidasi Tingginya Kandungan Zat Besi dan Mangan
Air tanah yang belum melalui proses filtrasi khusus sering kali kaya akan kandungan zat besi dan mangan terlarut yang tidak kasat mata.
Saat air yang kaya zat besi tersebut mengalirkannya ke dalam tandon stainless dan bersentuhan langsung dengan udara (oksigen), terjadilah reaksi oksidasi kimiawi secara alami.
3. Masuknya Partikel Debu dan Kotoran Luar Melalui Tutup Tandon
Meskipun tandon stainless rancangannya rapat, pemasangan penutup atas yang kurang presisi atau kondisi paking karet yang sudah mengeras bisa meninggalkan celah tipis.
Celah sekecil apa pun pada bagian atas tandon memungkinkan debu terbawa angin, spora, serangga mati, atau air hujan menerobos masuk ke dalam penampungannya.
4. Pembentukan dan Pengelupasan Kerak Mineral
Air yang memiliki tingkat kesadahan tinggi mengandung konsentrasi mineral kalsium dan magnesium yang pekat.
Penumpukan mineral ini secara terus-menerus pada permukaan dinding dalam tandon stainless akan membentuk lapisan kerak putih tebal yang keras.
5. Jarangnya Jadwal Pengurasan Endapan pada Dasar Tandon
Sebagian besar pemilik menganggap bahwa tandon stainless bebas dari perawatan karena dindingnya licin dan tidak mudah berlumut.
Tanpa pengurasan berkala, sedimen halus dari air masuk akan terus menumpuk pada dasar tandon hingga membentuk lapisan lumpur pekat.
6. Pertumbuhan Lapisan Lendir Organik dan Bakteri
Meskipun bahan stainless steel tahan terhadap pertumbuhan alga atau lumut karena sifatnya yang kedap cahaya matahari, lingkungan yang lembap tetap berpotensi tumbuh lapisan biofilm.
Mikroorganisme dan bakteri yang terbawa air bisa menempel pada permukaan dalam tandon dan membentuk lapisan lendir licin.
7. Penggunaan Filter Air yang Sudah Jenuh atau Rusak
Banyak rumah tangga yang memasang unit saringan atau filter air sebelum masuk ke dalam tandon untuk menyaring kotoran kasar.
Namun, jika cartridge atau media filter tersebut sudah terlalu lama tidak menggantinya dan mengalami kejenuhan, filter tidak lagi mampu menahan partikel kotoran.
8. Kerusakan atau Pengikisan pada Jalur Pipa Penyalur
Kekeruhan air tidak selalu berasal dari tandon itu sendiri, melainkan akibat interaksi air dengan saluran pipa distribusi menuju atau dari tandon.
Penggunaan pipa PVC berkualitas rendah atau pipa logam yang sudah mulai berkarat bisa rontok akibat gesekan air bertekanan.
9. Korosi Akibat Tingginya Kadar Garam atau Zat Asam
Tandon stainless steel (seperti tipe 304) sangat ideal untuk air PDAM, tetapi rapuh jika menggunakannya untuk menampung air sumur dengan kadar garam (salinitas) atau keasaman (pH rendah) yang tinggi.
Kandungan klorida atau zat asam pekat bereaksi secara kimiawi menyerang lapisan pasif pelindung stainless steel hingga memicu korosi.
10. Penyusutan Volume Air Hingga Batas Minimum
Menggunakan air tandon hingga batas habis pada bagian dasar merupakan pemicu langsung keluarnya air keruh ke jaringan.
Sebab sebagian besar lubang keluaran (outlet) tandon memasangnya dekat dengan lantai dasar wadah tempat mengendapnya kotoran berat.
Ciri-Ciri Air dari Tandon Stainless Keruh

Kondisi air yang keluar dari tandon stainless steel seharusnya selalu jernih, segar, dan bebas dari rasa maupun bau.
Namun dalam pemakaian harian, tidak jarang kualitas air dalam tandon mengalami penurunan hingga berubah menjadi keruh.
Berikut ini ada beberapa ciri air dari tandon stainless yang keruh yaitu:
1. Perubahan Warna Air Menjadi Kecokelatan
Indikator paling kasat mata dari air tandon yang keruh adalah perubahan warna menjadi gelap, kuning, atau kecokelatan saat menampungnya dalam wadah.
Warna cokelat ini berasal dari endapan lumpur halus atau fraksi zat besi (Fe) teroksidasi yang terbawa dari sumber air.
2. Terdapat Endapan Pasir, Tanah, atau Partikel Halus
Saat menampung air kran ke dalam ember atau gayung dan mendiamkannya selama beberapa menit, akan terlihat titik-titik partikel padat yang mengendap pada bagian dasar.
Partikel pasir halus, tanah, atau serpihan kerak yang melayang dalam tandon akan mengendap saat arus air tenang.
3. Air Mengeluarkan Aroma Amis, Bau Lumpur, atau Pengap
Air bersih yang higienis tidak boleh memiliki aroma apa pun. Jika air kran mulai mengeluarkan bau lumpur yang menyengat, aroma amis logam, atau bau pengap, hal ini mengindikasikan adanya pembusukan organik.
4. Air Terasa Licin dan Berbusa Saat Menggunakannya
Ketika mencuci tangan atau mandi dan merasa permukaan kulit tetap terasa licin seolah sabun sulit membilasnya, hal tersebut bisa penyebabnya oleh hadirnya lapisan biofilm.
Mikroorganisme dan bakteri dalam tandon kotor membentuk koloni lendir licin yang larut ke dalam air.
5. Meninggalkan Flek Noda Kuning atau Cokelat pada Pakaian
Efek samping yang sering menjumpainya saat mencuci pakaian menggunakan air tandon keruh adalah munculnya noda kusam kekuningan pada serat kain putih.
Kandungan partikel logam karat atau sedimen lumpur kecil terserap ke dalam pori-pori kain saat proses perendaman. Jadi, pakaian berwarna terang akan cepat tampak kusam.
6. Keluarnya Serpihan Kerak Logam atau Kapur
Kerap kali air keruh beserta dengan melayangnya serpihan kerak padat berwarna putih kecokelatan dari mulut kran atau shower.
Kondisi teknis ini terjadi karena lapisan mineral kapur (scale) atau pengikisan tipis pada dinding dalam perpipaan terlepas akibat arus air.
7. Tampilan Permukaan Air Tampak Berawan atau Berminyak
Air yang keruh tidak selalu berwarna cokelat pekat, tetapi bisa juga terlihat samar seperti berawan (cloudy) atau memiliki lapisan mengilap pada permukaannya.
Tingginya kadar zat mangan, kalsium, atau cemaran minyak halus membiaskan cahaya secara tidak merata.
8. Keramik Kamar Mandi dan Bak Air Cepat Berkerak
Memperhatikan kondisi dinding dan lantai kamar mandi merupakan cara paling praktis untuk mengenali kualitas air tandon.
Jika keramik kamar mandi mendadak cepat kotor dan membentuk lapisan kerak cokelat yang keras dalam hitungan hari, hal itu pemicunya oleh air yang membawa partikel tanah pekat.
9. Dinding Dalam Kran dan Selang Air Terasa Berlendir
Coba periksa bagian dalam mulut kran atau dinding dalam selang air yang tersambung ke tandon. Jika terasa ada lapisan lendir tebal yang menempel, hal ini menunjukkan bahwa air tandon membawa jamur dan koloni bakteri.
Keunggulan Tandon Stainless Horizontal Grand

Untuk pemilihan dari segi tempat penampungannya jangan sampai keliru. Gunakan saja tandon stainless horizontal merk Grand.
Tempat penampungan jenis horizontal merk Grand sendiri terbuat dari bahan baku stainless steel dengan tipe 304 Bright Annealed.
Hal inilah yang menjadikannya mudah dalam pembersihan dan perawatannya. Tandon stainless horizontal merek Grand sendiri tersedia dalam berbagai pilihan ukuran.
Sehingga siapa saja bisa bebas memilih sesuai dengan kebutuhan masing-masing. Tempat penampungan stainless horizontal merk Grand bahan bakunya impor langsung dari Jepang.
Sehingga memiliki ketahanan sangat bagus dalam menghadapi lumut maupun karat yang merusak. Tandon stainless horizontal merk Grand juga memiliki ketahanan sangat bagus dalam menghadapi segala perubahan cuaca ekstrem.
Sekarang ini berbagai tandon stainless horizontal merk Grand bisa langsung kirim ke IKN, melalui cabang yang ada di kota Balikpapan.
Untuk informasi mengenai spesifikasi dan pembelian dari berbagai tandon stainless horizontal merk Grand, bisa langsung konsultasi melalui Whatsapp yang tertera berikut ini.
Dapatkan harga promo khusus, segera klik disini!
Penutup
Nah, jadi itulah tadi ulasan tentang kenapa air tandon keruh dan cara mengatasinya. Untuk pilihan tandonnya, lebih baik pakai saja berbagai pilihan tandon stainless horizontal merk Grand yang sudah pasti berkualitas tinggi.