Cara Membuang Angin Pompa – Mendengar deru mesin pompa air yang mendadak berputar tanpa henti namun tidak kunjung meneteskan air ke dalam tandon tentu menjadi pemandangan yang menjengkelkan bagi setiap pemiliknya.
Masalah yang sering kali mengiranya sebagai kerusakan fatal pada motor penggerak atau habisnya sumber air ini, sebenarnya sering kali pemicunya oleh fenomena sepele yang menyebutnya pipa masuk angin atau air binding.
Banyak orang yang panik lalu buru-buru memanggil tukang atau bahkan berencana membeli yang baru.
Padahal kendala teknis ini bisa selesai secara dalam hitungan menit jika memahami prosedur cara membuang angin pompa dengan langkah aman.
Melalui artikel kali ini akan menjelaskan tentang cara buang angin pada pompa tandon. Jadi, untuk lebih jelasnya simak saja artikel berikut ini.
Cara Membuang Angin Pompa pada Tandon

Menghadapi situasi motor pompa terus menderu keras namun indikator debit air pada tandon tetap kering kerontang sering kali menguji kesabaran para pemiliknya.
Fenomena ini banyak orang yang menyebutnya pompa kemasukkan angin. Nah, berikut ini ada beberapa cara membuang angin pompa pada tandon yaitu:
1. Mematikan Aliran Arus Listrik Utama Selama Perbaikan
Langkah pertama yang paling utama adalah mencabut colokan kabel utama mesin pompa dari stop kontak dinding.
Pemutusan arus listrik ini bertugas meminimalisir berbagai risiko sengatan setrum maupun bahaya korsleting akibat cipratan air.
2. Membuka Baut Sumbat Pancingan Air Yang Terletak Di Atas Pompa
Pakai alat tang atau obeng minus tebal untuk melonggarkan sekrup penutup lubang pengisian air pancingan.
Putarlah baut kuningan tersebut secara perlahan berlawanan arah jarum jam agar ulirnya tidak mudah mengalami keausan.
3. Menuangkan Air Bersih Ke Dalam Lubang Pancingan
Isilah ruang impeller menggunakan air bersih secara bertahap sampai tidak ada lagi gelembung udara.
Air yang menuangkannya bertindak sebagai gaya tekan yang mendorong massa angin keluar dari dalam pompa.
4. Memutar Kipas Motor Dinamo Secara Manual
Pakai obeng untuk memutar poros kipas belakang mesin pompa air melalui lubang pelindung. Putaran manual ini bertugas membantu merontokkan kantong udara kecil yang sering terjebak pada belokan impeller.
5. Melapisi Ulang Ulir Baut Pancingan Menggunakan Seal
Balutkan lembaran karet isolasi secara melingkar pada sela drat baut penutup lubang pancingan. Kerapatan lapisan seal tape sangat penting untuk memblokir masuknya berbagai rembesan udara luar yang bisa merusak pompanya.
6. Membuka Katup Kran Air Yang Posisinya Paling Dekat Mesin
Cara membuang angin pompa berikutnya adalah membiarkan salah satu kran penyaluran terbuka lebar tanpa ada hambatan.
Kran terbuka berfungsi ganda sebagai lubang pelepasan tekanan udara sisa yang masih terjebak pada jaringan pipa outlet.
7. Menyalakan Kembali Aliran Arus Listrik dan Mengamati Putaran
Tancapkan kembali colokan alat pompa ke stop kontak dan dengarkan seksama berbagai perubahan bunyi dinamo mesin.
Jika pompa sudah terbebas dari angin, suara dengungan berat akan langsung berubah wujud menjadi desisan halus.
8. Mempraktikkan Aksi Buka Tutup Katup Kran Secara Berulang
Lakukan hentakan dorongan dengan cara menutup dan membuka kran air secara cepat dalam jeda beberapa detik.
Gerakan ini sangat efektif untuk menarik sisa-sisa angin palsu keluar terbuang bersama kucuran air kotor.
9. Memeriksa Kerapatan Sambungan Shock Drat Pada Jalur Pipa
Oleskan sedikit sabun cair atau lem PVC pada sela sambungan pipa jika terdengar suara desisan. Suara desis menandakan adanya kebocoran yang membuat mesin terus-menerus menyedot pasokan angin luar.
10. Mengulangi Langkah Pemancingan Jika Masih Tersendat
Jika semburan air belum stabil seutuhnya, jangan ragu untuk mengulang kembali proses pengisian air pancingan.
Ketekunan dalam menerapkan rangkaian prosedur ini terjamin sukses mendukung keberhasilan pembuangan angin pompanya.
Solusi Agar Pompa Tidak Kemasukkan Angin

Mencegah lebih baik daripada harus berulang kali membongkar baut pancingan di kala pasokan air mendadak terhenti total.
Berikut ini ada beberapa solusi agar pompa tidak kemasukkan angin yaitu:
1. Memasang Tusen Klep (Foot Valve) yang Tebal
Solusi pertama yang paling utama adalah memasang katup searah berkualitas tinggi pada posisi ujung pipa bagian dalamnya.
Komponen kuningan ini bertugas menahan kolom air dalam pipa agar tidak turun kembali ke dasarnya saat mesin mati.
2. Melapisi Setiap Sela Sambungan Drat Ulir Pipa Pakai Seal
Kerapatan antar ujung pipa merupakan titik paling rawan yang sering memicu masuknya partikel udara palsu ke sistem.
Oleh karena itu, lilitkan seal tape minimal 15 putaran pada setiap drat sock penyambung pipa paralon tersebut.
3. Memperhatikan Batas Minimal Ketinggian Airnya
Pastikan ujung pipa isap selalu terendam minimal 50 cm di bawah permukaan air pasokan utama. Jika volume air menyusut drastis, alat mesin pompa secara otomatis akan menyedot ruang udara kosong sekitarnya.
4. Menggunakan Jenis Material Pipa PVC yang Tebal Kelas AW
Kekuatan pipa masukan sangat memengaruhi ketahanan sistem perpipaan dari berbagai tekanan yang tinggi.
Pipa kelas AW memiliki ketebalan dinding yang prima sehingga tidak mudah mengalami keretakan halus akibat faktor usia pakai.
5. Memasang Alat Pelampung Otomatis untuk Mengatur Sensornya
Pemasangan alat kontrol level air pada dinding tandon berguna sebagai benteng pengaman otomatis pompa.
Alat ini akan memutus aliran arus listrik sebelum kondisi air dalam bak penampungan bawah habis terkuras total.
6. Menghindari Pembuatan Sudut Belokan Pipa Terlalu Banyak
Solusi agar pompa tidak kemasukkan angin adalah mendesain rute pipa sejalur lurus tanpa banyak kelokan.
Sambungan huruf L yang terlalu melimpah akan menciptakan berbagai guncangan airnya yang memicu terbentuknya gelembung udara kecil.
7. Menaruh Pompa Sedekat Mungkin Dengan Lokasi Sumbernya
Semakin pendek jarak bentangan pipa isap maka semakin kecil pula berbagai risiko terbentuknya ruang hampa udara dalam saluran.
Usahakan ketinggian daya isap tidak melebihi ambang batas kemampuan maksimal mesin pompa airnya.
8. Memasang Sistem Saringan Kotoran Tepat Sebelum Pipa Masuk
Berbagai partikel pasir halus atau kerikil kecil rawan mengganjal katup tusen klep bawah sumber airnya.
Jika klep terganjal kotoran, air pancingan akan bocor merembes keluar sehingga pipa kembali kemasukkan angin palsu dari luar.
9. Melakukan Proses Pemeriksaan Kondisi Pipa Secara Rutin
Luangkan waktu sejenak untuk memeriksa apakah ada tanda kelembaban air pada sambungan pipanya.
Bercak air yang keluar menjadi indikator kuat adanya celah bocor yang bisa menyedot angin saat mesin bekerja aktif.
Rekomendasi Tandon Stainless Vertikal Grand

Memilih jenis tempat penampungannya juga tidak boleh sembarangan. Untuk pilihannya, lebih baik pakai saja tandon stainless vertikal merk Grand.
Tempat penampungan yang satu ini terbuat dari stainless steel dengan tipe 304 Bright Annealed, yang memiliki permukaan mengkilap tersendiri.
Hal ini menjadikannya memiliki ketahanan terhadap segala perubahan cuaca ekstrem dan suhu tinggi tersendiri.
Tandon stainless vertikal merk Grand sendiri bahan bakunya impor langsung dari Jepang. Sehingga memiliki perlindungan tersendiri terhadap karat dan tidak perlu khawatir lumut menempel.
Tempat penampungan stainless vertikal merk Grand juga tersedia dalam berbagai pilihan ukuran tersendiri.
Saat ini tandon stainless vertikal merk Grand bisa langsung kirim ke IKN, melalui cabang yang ada di kota Balikpapan.
Untuk informasi mengenai spesifikasi dan pembelian dari tandon stainless vertikal merk Grand, bisa langsung konsultasi melalui Whatsapp yang tertera berikut ini.
Penutup
Jadi demikianlah penjelasan tentang cara membuang angin pada pompa tandon. Untuk pilihan tandonnya, lebih baik pakai saja tandon stainless vertikal merk Grand yang sudah pasti berkualitas tinggi.