Cara Pasang Pompa Air – Mempunyai cadangan air yang lancar memang sangat penting. Banyak orang memilih menggunakan pompa untuk mendorong air dari sumber ke tempat penampungan stainless.
Akan tetapi cara pasang pompa ke tempat penampungan stainless perlu melakukannya dengan benar, agar alirannya tetap stabil dan pompanya tidak cepat rusak.
Kesalahan pemasangan bisa membuat tekanan air lemah, suara pompa bising, sampai konsumsi listrik boros.
Tempat penampungan dari stainless banyak pemakaiannya karena kuat, tahan lama, dan tidak mudah berkarat. Namun, kualitas tandonnya saja tidak cukup.
Sistem pemasangan pipa, posisi pompanya, sampai jenis konektor harus sesuai. Melalui artikel kali ini akan menjelaskan lebih jauh mengenai cara memasang pompanya ke tandon stainless.
Jadi, untuk lebih jelasnya bisa simak informasi berikut sampai tuntas.
Cara Mudah Pasang Pompa Air ke Tandon Stainless yang Benar

Pemasangan pompa air ke tandon stainless perlu langkah yang tepat agar aliran air stabil. Sebenarnya bisa memasangnya sendiri jika memahami urutan kerjanya.
Berikut ini ada beberapa cara mudah pasang pompa ke tandon stainless dengan benar yaitu:
1. Siapkan Semua Alat dan Bahan
Siapkan pompa air, pipa PVC, lem pipa, klem, kran, dan check valve. Pastikan ukuran pipa sesuai spesifikasi pompanya. Persiapan lengkap menghemat waktu saat pemasangan.
2. Tentukan Posisi Pompa yang Tepat
Letakkan pompa pada tempat yang datar dan kering. Posisikan dekat sumber air dan hindari meletakkan pompnya terlalu jauh dari sumur atau bak penampung.
3. Pasang Pipa Hisap pada Sumber Air
Hubungkan pompa ke sumber air menggunakan pipa hisap. Pasang foot valve pada ujung pipa. Foot valve menjaga air tidak turun kembali.
4. Hubungkan Pipa Keluar ke Tandon Stainless
Sambungkan pipa keluaran pompa ke bagian inlet tandonnya. Pastikan sambungan kencang. Gunakan lem pipa yang tepat, tujuannya agar tidak ada kebocoran.
5. Pasang Check Valve pada Jalur Air
Check valve pemasangannya pada jalur menuju tandon. Alat ini mencegah air mengalir balik ke pompanya. Tekanan tetap stabil sehingga pompanya tidak bekerja lebih berat.
6. Sambungkan Instalasi Listrik dengan Aman
Gunakan stop kontak dengan grounding, pastikan kabel tidak terkena air. Jauhkan sambungan listrik dari area basah.
7. Lakukan Uji Coba dan Periksa Kebocoran
Nyalakan pompa dan amati aliran airnya. Periksa setiap sambungan pipa, jika ada rembesan maka perbaiki segera.
Hal Penting yang Perlu jadi Perhatian

Memasang pompa air tidak hanya soal menyambungkan pipa dan menyalakan mesin. Ada beberapa hal penting yang perlu jadi perhatian agar pompanya bekerja optimal, tahan lama, dan tidak menimbulkan masalah.
Berikut ini ada beberapa hal penting yang perlu jadi perhatian tersendiri yaitu:
1. Sesuaikan Daya Pompa dengan Kebutuhan
Pastikan kapasitas pompa sesuai kebutuhan area tersebut. Pompa yang terlalu kecil akan bekerja lebih berat dan cepat panas.
Sedangkan yang terlalu besar malah boros listrik dan tekanannya berlebihan.
2. Perhatikan Ketinggian dan Jarak Pemasangan
Posisi pompa harus dekat dengan sumber air. Semakin jauh jaraknya, semakin berat kerja pompa. Perhatikan juga ketinggian hisap maksimal yang tercantum pada spesifikasi pompa.
3. Gunakan Foot Valve atau Katup Kaki
Foot valve pemasangannya pada ujung pipa hisap. Fungsinya menahan air agar tidak turun kembali. Jika tidak terpasang, pompa sering kehilangan priming dan tidak bisa menghisap air.
4. Pastikan Pipa Hisap Terpasang Rapat dan Tidak Bocor
Kebocoran sekecil apa pun membuat udara masuk ke sistem. Akibatnya pompa gagal menyedot air. Gunakan lem pipa berkualitas dan pastikan sambungannya kencang.
5. Pasang Check Valve pada Jalur Keluaran
Check valve mencegah air balik ke pompa, sehingga tekanan air tetap stabil. Pompa tidak bekerja keras saat menyala kembali. Posisi idealnya dekat dengan pompa.
6. Pastikan Instalasi Listrik Aman
Gunakan stop kontak dengan grounding. Kabel harus jauh dari air dan lembap. Jika perlu, gunakan stabilizer untuk menjaga tegangan tetap stabil dan melindungi motor pompa.
7. Cek Ketinggian Air pada Sumber
Jika air pada sumur atau bak penampung terlalu rendah, pompa bisa menyedot udara dan overheating. Pastikan sumber air cukup sebelum pompa untuk menyalakannya.
8. Lakukan Uji Coba Setelah Pemasangan
Nyalakan pompa dan periksa suara mesin. Dengarkan apakah ada suara bergetar atau berdengung keras. Cek semua sambungan dari kemungkinan kebocoran.
Jika aliran air stabil, berarti pemasangannya sudah benar.
Berbagai Keunggulan Tandon Stainless Vertikal Grand

Untuk pilihan tandonnya, maka sangat disarankan untuk menggunakan tandon stainless vertikal merk Grand.
Tandon merk Grand vertikal sendiri terbuat dari stainless steel dengan tipe 304 Bright Annealed. Hal inilah yang menjadikannya memiliki permukaan yang mengkilap dan mudah dalam membersihkannya.
Tandon vertikal stainless merk Grand sendiri bahan bakunya langsung impor dari Jepang. Jadi, tidak mengherankan kalau memiliki ketahanan sangat bagus dalam menghadapi segala perubahan cuaca ekstrem dan suhu tinggi.
Tandon stainless vertikal merk Grand ini juga anti karat dan tidak mudah bocor atau retak, sehingga pemakaiannya tetap aman walaupun dalam jangka panjang.
Pada saat ini tandon stainless vertikal merk Grand bisa langsung kirim ke IKN, melalui cabang yang ada di kota Balikpapan.
Untuk informasi mengenai spesifikasi dan pembelian dari tempat penampungan stainless vertikal merk Grand, bisa langsung konsultasi melalui Whatsapp yang tertera berikut ini.
Penutup
Nah, jadi demikianlah penjelasan mengenai cara pasang pompa air ke tandon stainless dengan mudah dan benar.
Untuk pilihan tandonnya, lebih baik pakai saja tandon stainless vertikal merk Grand yang sudah terbukti kualitasnya.